Pertamanya gue ga ngerti ya kenapa bisa menceburkan diri ke K**** 17 ini, entah gimana caranya gue bisa sampe di pos satpam itu dan bertanya "pak, tempat pendaftarannya dimana?". Ooh shit man, kalo aja gue bisa ulang waktu yaa.
Udah ni ya ceritanya gue udah lulus tuh dari try out yang ternyata gue juara 2 hahaa, ga nyangka. Terus gue juga lulus ujian masuknya tuh yang 45 menit sebelum waktunya habis gue malah ketiduran hihii.
Akhirnya gue pake seragam seperti SPG amatir itu, hitam putih eeh salah putih hitam diing. Baju kemeja panjang putih dan rok panjang hitam, sepatu pantopel hitam dengan kaos kaki putih yang panjangnya ngalahin anak-anak cheerleaders dulu gue SMP.
Di fase seragam putih hitam ini gue banyak banget banget banget ceritanya. Okeh gue bahas yang menarik aja ya (menurut gue looh). Jadi gini, waktu gue masih belom kenal siapapun ada cowo yang berbehel, rambut tertata rapih dan terlihat seperti anak baik-baik. Saat beberapa minggu gue perhatiin ini anak ko lama-lama "different" yaa. Eeh, ternyata bener-bener beda, dia memperlihatkan jati dirinya. Suka nyanyi-nyanyi sendiri (dengan mencampur adukkan lagu-lagu yang ga jelas), dia pecinta lagu dangdut, seketika dia menjadi maskot menjadi penghibur untuk kelas kami yang suram karena tugas-tugas.
Dia ini hobi nempel-nempel sama laki-laki yang dia anggap kece badai total, sebut saja Fajar. Dia neeeeempel mulu sama Fajar (terkadang berlebihan) sampe fajar geli sendiri. Dia ini normal loh ya tapinya, cam kan itu!! Ga berhenti sampai diseragam putih hitam aja cerita cintanya sama Fajar tapi berlanjut sampe kita UCAP JANJI di Palikrama..
Perjalanan cintanya semakin complicated ketika pacarnya Fajar sebut saja Mayang selalu berkoar-koar di twitter. Banyak cerita sedih juga di fase ini, contohnya seperti Fajar yang menjauh darinya, atau Fajar yang katanya sih mulai berubah gara-gara banyak modusannya. Sekarang cerita cintanya dengan Fajar kandas di tengah jalan karena cintanya Fajar yang tak kunjung datang untuknya. Saat fase putus asa ini datanglah anak tingkat 1 yang gue namain dengan Aenur Habri, dia mengisi hari-harinya dengan indah. Dan tak cukup di Aenur saja diapun menggaet seseorang yang gue panggil Heggar Laksamana Maeda (selingkuhannya).
Dan dari perjalanan cintanya yang sangat sangat sangat complicated dia menemukan secercah cinta baru. He found theother one. Mari kita panggil dia ADHI yang nama panjangnya belum gue ketahui. Dia menyayangi Adhi begitu dalam, semoga Adhi adalah tambatan hatinya yang terakhir (ceritanyaa). Amin, semoga Tuhan mengabulkannya.
Peran utama yang gue ceritakan sebut saja dia Yanto. Hardiyanto.
Sekian.